#TM5.Thu.051017 Logistics History
Sejarah Logistik|
Periode |
Fakta |
Pemahaman |
|
<1950 |
“...in the study of marketing and the operation of marketing departments and business a great deal more attention is paid to buying and selling than to physical handling. In fact, the physical handling of goods seems to be pretty much overlooked by sales executive, advertising men, and market researchers. ... problems of physical distribution are too often brushed aside as matters of little importance. I have for years been reading business and economics magazines. Such publications over the years have devoted relatively little space to physical distribution.”
(Paul D. Converse, “The Other Half of Marketing,” Twenty-sixth Boston Conference on Distribution, Boston, 1954, p. 22) |
Sebelum tahun 1950: 1) Proses manajemen logistik diberlakukan dengan cara terpisah 2) Kurangnya perhatian terhadap distribusi fisik 3) Baik komputer maupun teknik kuantitatif ditolak dalam memudahkan pengaplikasian kinerja logistik 4) Iklim ekonomi yang berkepanjangan dan bergejolak menghambat perkembangan logistik |
|
1956-1965 |
“The period from 1956 was the decade during which the integrated logistical concept crystallized after years of relative obscurity.”
“In 1965 a specialized study of air freight economics provided a significantly new integrative concept.”
(Donald J. Bowersox, “Logistical Management : A Systems Integration of Physical Distribution Management and Materials Management”, pages 6-7) |
Empat perkembangan utama yang terjadi dalam periode ini, antara lain: 1) Perkembangan analisis total cost 2) Perkembangan dari pendekatan sistem 3) Bertambahnya perhatian terhadap pelayanan customer 4) Merevisi perhatian menjadi pengaturan channel. |
|
1965-1970 |
“...Emphasis focused on operating results as countless firms began to implement integrated logistics. Within a single enterprise, initial emphasis was typically placed on one or the other of the two main operating aspects of the logistical system.”
(Donald J. Bowersox, “Logistical Management : A Systems Integration of Physical Distribution Management and Materials Management”, page 9) |
Pada periode ini, sudah waktunya konsep-konsep dasar logistik harus diuji kembali. Hasil uji itu tersebut diprediksi akan membawa manfaat bagi logistik. Banyak perusahaan mulai menerapkan logistik terintegrasi. |
|
1970-1978 |
“From a technological perspective, the early 1970s was one of the most prolific periods of research and development in computer models for logistical system design and control. Logistical models of all types with substantial capabilities became a reality.”
(Donald J. Bowersox, “Logistical Management : A Systems Integration of Physical Distribution Management and Materials Management”, page 10) |
Pada tahun 1970 hingga 1978, terjadi ketidakjelasan berkepanjangan hampir pada setiap aktivitas perusahaan. Hal itu disebabkan oleh berikut: 1) Energi yang terbatas 2) Kenaikan harga bahan bakar 3) Aktivitas logistik yang mengakibatkan pencemaran lingkungan 4) Inflasi di US yang mengakibatkan perkembangan ekonomi tersendat 5) Model logistik dari semua tipe dengan kemampuan substansial menjadi kenyataan 6) Kesalahan sistem logistik yang seharusnya secara teknis, namun justru diberlakukan secara organisasional dan institusional |
|
>1978 |
“The primary challenge for the future is to develope a single logic to guide the orderly, efficient storage and flow of inventory from material sourcing, through the manufacturing complex, throughout the distribution channel, and to the customer.”
(Donald J. Bowersox, “Logistical Management : A Systems Integration of Physical Distribution Management and Materials Management”, page 11) |
Manajemen logistik yang sudah terbagi lebih mudah dipahami dan logis, serta menjadi lebih umum karena 5 faktor, yaitu: 1) Adanya perjanjian saling ketergantungan yang baik antar dua area operasional yang dapat dieksploitasi menjadi perusahaan yang memiliki banyak keuntungan. 2) Konsep distribusi fisik yang lebih tajam menciptakan sebuah potensi kejadian yang negatif atau disfungsi. 3) Persyaratan dari setiap kontrol pada setiap tipe memiliki kesamaan. 4) Bertambahnya kepedulian di mana adanya trade-off antara ekonomi manufaktur dan persyaratan pemasaran yang dapat diselesaikan dengan sistem logistik yang sudah terstruktur. 5) Persyaratan dari misi logistik untuk kini dan nanti tidak lagi dapat dikuasai oleh penyebaran dari teknologi hardware murni. |

!doctype>
0 komentar: