#TM3.Tue.260917. Supply Chain Concept
Supply Chain ConceptDefinisi Supply Chain
Secara umum, Supply Chain (Rantai Pasok) adalah suatu sistem tempat organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Namun berdasarkan fungsi dan prosesnya, Supply Chain dapat didefinisikan sebagai penyalur material-material untuk manufaktur, proses pembuatan, dan proses distribusi barang mentah yang sudah diolah menjadi barang jadi melalui distributor dan retailer hingga akhirnya ada di tangan customer. Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam tahap-tahap ini saling terhubung melalui supply chain (rantai pasok).
Untuk memfasilitasi alur produksi, perlu adanya komunikasi atau berbagi informasi antara supllier dan client. Dengan adanya pembagian informasi ini, semua pihak yang terlibat dalam rantai ini dapat merencanakan bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan di masa depan.
Dalam supply chain ada beberapa pemain utama yang merupakan perusahaan yang mempunyai kepentingan yang sama, yaitu:
1. Suppliers
2. Manufactures
3. Distribution
4. Retail outlet
5.Customers
Perkembangan Supply Chain
Pada tahun 1960, manajemen supply chain sudah ada namun dalam kemasan yang berbeda. Saat itu, konsep fisik distribusi difokuskan pada barang jadi atau bagian luar dari sistem perusahaan logistik. Jadi, rantai pasokan bukanlah hal yang baru. Konsep itu terus berkembang hingga pada tahun 1990-an dan dianggap sebagai fase ketiga dari perkembangan supply chain tersebut.
Beberapa studi yang telah dilakukan pada tahun 1950-an dan 1960-an mengindikasikan adanya potensi bahwa systems concept diterapkan pada situasi-situasi yang ada kaitannya dengan bisnis.
Proses Manajemen Rantai Pasokan
Sebuh perusahaan manufakturing membutuhkan manajemen yang profesional dalam pelaksanaannya untuk menjalankan kegiatan supply chain dengan efisien dan efektif. Manajemen tersebut adalah manajemen rantai pasokan atau Supply Chain Management. Berikut
ini adalah proses manajemen rantai pasokan:
1 Pelanggan (Customer)
Pelanggan/customer memberikan order, salah satu pelanggan utama adalah perusahaan yang
berorientasi pada Original Equipment Manufacturer. Pada tahap ini, pelanggan
memutuskan untuk membeli produk yang ditawarkan oleh perusahaan yang bersangkutan
dengan menghubungi sales dari perusahaan tersebut. Informasi yang diperlukan
dalam pengiriman dalah tanggal pengiriman produk dan jumlah yang diinginkan
untuk dipesan.
Perencanaan (Planning)
Kemudian, departemen
perencanaan (planning department) akan mempersiapkan produk-produk yang dipesan oleh pelanggan. Pada tahap inilah, departemen perencanaan akan menyadari bahan-bahan mentah dan bahan-bahan
pendukung yang harus disiapkan sebelum diproduksi.
Pembelian (Purchasing)
Setelah departemen perencanaan
sudah menyiapkan bahan mentah dan bahan pendukung yang diperlukan, kali ini tugas departemen
pembelian/purchasing department bertugas untuk melakukan pemesanan atau membeli bahan-bahan yang dibutuhkan.
Persediaan (Inventory)
Bahan mentah dan bahan pendukung
yang sudah diterima akan diperiksa kualitas dan ketepatan jumlahnya, kemudian
disimpan di dalam gudang untuk kebutuhan produksi.
Produksi (Production)
Departemen produksi akan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi yang dipesan oleh customer, setelah itu barang tersebut akan disimpan di dalam gudang hingga tanggal pengiriman yang sudah ditentukan.
6 Transportasi
Departemen pengiriman atau
shipping department akan mengatur waktu keberangkatan barang jadi yang ada di
dalam gudang sesuai jadwal yang sudah ditentukan pelanggan.
Referensi:
Transportation: A Supply Chain Perspective (2011)
www.supplychaincanada.com
Designing and managing the Supply Chain: Concepts, strategies and case studies
Supply chain Management : Strategy, Planning, and Operations
www.supplychaincanada.com
Designing and managing the Supply Chain: Concepts, strategies and case studies
Supply chain Management : Strategy, Planning, and Operations


!doctype>
0 komentar: